Let’s Talk About: Master of None

6b38be2caa3e97e9712277e1dc05aef88bad7f3c
Aziz Ansari is Dev

Halo!

Sesuai dengan judul, di postingan ini saya pengen ngomongin tentang Master of None-nya Aziz Ansari dan Alan Yang. Agak telat memang, tapi.. yaudah karena pengen mau gimana lagi.

Sebetulnya ini bukan review juga sih, karena pada dasarnya saya ngga bisa kalo disuruh review suatu film, album atau tv show. Karena jatohnya malah subjektif banget dan isinya pasti salah satu di antara,

INI ENAK/BAGUS/KEREN BANGET!

atau

ya oke lah lumayan, untung bajakan

Jadi ya gitu. Ngga bisa nilai secara objektif dan yang teknis-teknis banget, apalagi kalo review suatu film, album atau tv show gitu kan umumnya harus nyebutin reference-refence yang lawas nan obscure. Makanya, saya nggak akan bilang ini review, cuma pengen ngomongin aja layaknya kalo ngobrol sama temen deket. Kali ini kebetulan saya mau ngomongin Master of None.

Dimulai langsung aja kali ya.

Oke.

tumblr_nyghz60jNp1u0vymeo1_500

Buat yang belum tau, Master of None ini serial/series/tv show. Tayang sejak November tahun lalu di Netflix. Baru ada 1 season yang isinya ada 10 episode dengan durasi 20menitan untuk setiap episode. Jadi buat kamu yang agak takut untuk berkomitmen, Master of None ini cocok karena baru 1 season dan bisa habis dalam waktu 4-5 jam.

Ceritanya sih tentang Dev, 30, seorang aktor iklan yang susah untuk menentukan pilihan. Bingung milih cewek mana yang mau diajak nonton konser. Bingung milih tempat tacos terbaik sampai harus riset dulu berjam-jam. Sampai bingung milih antara UberX atau UberBlack buat nganterin teman kencannya untuk beli pil biar nggak hamil karena kondom yang dipake bocor.

Oke.

Mungkin paragraf barusan masih terasa mbulet untuk mendeskripsikan Master of None, tapi sebetulnya emang ngga ada benang merah kayak How I Met Your Mother misalkan yang, “Dengan bantuan 4 temannya, Ted mencari The One di NYC”. Nah kalo Master of None ngga gitu. Setiap episode tema yang diangkat beda-beda jadi kalo mau pun, setiap episode bisa jadi film pendek sendiri gitu lho. Mirip-mirip Portlandia-nya Fred Armisen. Kayaknya. CMIIW ya.

Topik-topik yang diangkat pun terbilang diverse banget. Mulai dari cerita tentang ketakutan Dev untuk punya anak, stereotip orang india di hollywood, hingga bahas susahnya hidup sebagai cewek di New York. Beberapa topik lain, kayak topik dating, itu sepertinya loosely based on Aziz’s book Modern Romance (bagus banget, btw).

anigif_enhanced-13682-1447861863-2

Okay. Udah bahas plot-nya ya.

Now let’s talk about the cast.

Aziz Ansari (nyambi sebagai screenwriter dan director di beberapa episode) sebagai Dev. Ya basically Dev itu Aziz dan Aziz itu Dev. Kalo saya pribadi sih selalu suka dan tertarik dengan role-role yang diambil Aziz di film-film (belum banyak karena dia ngga mau ngambil role stereotip india, dibahas juga di sini). Waktu denger dia mau bikin serial sendiri ya pasti ditunggu banget lah. Apalagi dibuat bareng Alan Yang, yang kerja bareng Aziz juga di Parks and Rec sebagai writer & producer. What I’m saying is, I’m a fan. Oh iya, stand-up specialnya, especially Buried Alive (2013), juga kocak banget.

Noel Wells sebagai Rachel. Jadi pacarnya Dev di sini. Noel ini alumni SNL. Jadi ya pasti lucu dan jago impression. No complain here.

10655080_422600294604436_480631015_n
kurang gemesin apa coba <3

Eric Wareheim sebagai Arnold. Temen deketnya Dev. Big buddy-nya Aziz. Their friendship in Instagram is the definition of #friendshipgoals.

Lena Waithe sebagai Denise. Lesbian dan temen deketnya Dev juga. Ngga tahu Lena sebelum Master of None tapi di sini lumayan kok. Kalo ngga salah juga produsernya Dear White People (2014) dan film itu bagus banget. (see, kalo saya review jatohnya gitu doang, kurang kosakata)

Kelvin Yu sebagai Brian. Asian dan temen deketnya Dev juga. Kasusnya sama kayak Lena, ngga tahu dia dulu siapa. Aktingnya agak awkward sih, tapi oke lah. Emang pada dasarnya serial komedi kan emang ngga ngandelin akting yang bagus-bagus amat layaknya Breaking Bad.

Sumpah hampir lupa, tapi kedua orang tuanya Aziz juga ambil bagian di serial ini. Aktingnya emang maksa tapi di situlah charm-nya. Good stuff.

gty_master_of_none_cast_hb_151116_16x9_992
noel wells lucu ya

Selesai bahas cast, sekarang bahas apa lagi ya..

Mungkin ini trivia yang ngga seberapa penting, tapi ada dua episode Master of None yang di-direct sama James Ponsoldt (Smashed, The Spectacular Now, The End of the Tour). So, that’s pretty cool.

Sekarang bahas soundtrack-nya yuk.

Faktor lain yang membuat Master of None bagus itu soundtrack-nya. Eh ini serius lho. Aziz sendiri yang milih sendiri setiap lagunya. He talks about it with Pitchfork. Baca di sini. Keliatan niat banget kan ya. Di episode ke-6, Nashville, waktu Dev dan Rachel pergi ke Nashville, lagunya pun otomatis ngikut jadi lagu country. That’s pretty neat.

6e05fdb0-7124-0133-ed00-0aa00699013d

Oh iya, OST-nya sudah bisa didengarkan secara gratis di Spotify. Thank me later.

Done with the soundtrack. Mari bahas yang lain.

I love how Aziz potrays dating in this series.

Di episode 3, Hot Ticket. Dev punya sisa tiket konser 1, dan dia bingung siapa cewek yang bakalan diajak. Karena bingung, Dev pun minta masukan dari Arnold, Brian sama Denise di suatu cafe. I mean, siapa sih yang ngga pernah ngelakuin ini? Hampir semua remaja (or millennials) kayaknya pernah. Waktu di cafe, ketemulah Dev sama Alice yang juga kerja sebagai bartender di cafe yang Dev kunjungi. Kemudian ngajak nonton konser bareng, dia setuju.. lalu 3 hari sebelum konser si Alice ngga ada kabar.

giphy

…Tapi masih sempet update foto di Instagram. Karena ngga ada kabar, Dev pun nyari pengganti. Udah dapet kan penggantinya Alice, eh beberapa jam sebelum konser Alice ngabarin kalo ternyata dia bisa dateng, ya terpaksa dong Dev batalin date dengan cewek satunya setelah diyakinkan Arnold kalo Dev punya Hot Ticket dan bisa ngajak cewek yang paling cakep. Dev sempet ragu dengan bilang, “It’s pretty rude to flake, man” and finally, setelah beberapa rajukan dari Arnold:

I mean, whatever, we can be shitty to people now and it’s accepted and it’s one of the great things about being alive today. I’m taking Alice!

Oh, man I could relate to this so much. No, bukan relate ke Dev. Tapi sama other girl yang date-nya dibatalin gitu aja beberapa jam sebelum acara (konser, nonton, makan, dll). People flake all the time. Nyebelin emang tapi mau gimana lagi.

anigif_enhanced-buzz-26499-1383840216-26

Salah satu faktor kenapa orang-orang sering batalin rencana gini nih ya karena orang-orang takut buat komit. Jadi misalkan nih ya, saya ada kencan dengan temen dari kampus, lalu waktu lagi iseng swipe kanan & kiri di Tinder, eh rejeki anak soleh dapet match yang cakep. Lebih cakep daripada temen kampus saya tersebut, misalkan. Ini juga disinggung di sini di mana Denise dan Dev lagi nongkrong di bar, lalu Denise tanya kenapa kok ngga nge-date sama Rachel aja daripada nongkrong di party ngga jelas-nya Brian. Terus Dev jawab kalo mungkin aja di party itu dia bisa nemu someone magical, lalu Denise jawab kalo mungkin aja someone magical yang diharapkan Dev itu bisa aja Rachel dan gimana dia bisa tahu kalo Rachel bukan someone magical kalo dicoba aja belum?

 People aren’t gonna become magical right away. Maybe they’ll become magical.. maybe they’ll become garbage

Wow that’s pretty deep.

Sebetulnya masih banyak yang pengen saya omongin tentang Master of None, tapi kayaknya segini dulu aja kali ya.

Makasih lho buat yang udah mau baca sampai habis.

tumblr_nwmuedeq5f1qejocno1_500
Thank you!

Love,

Admin.

 

 

 

 

 

 

10 Lagu Yang Harus Didengerin Saat Jatuh Cinta (Bag. 2)

IMG_20160318_214258

Wah, udah lumayan lama nih semenjak pertama kali saya menjamah nulis di blog sendiri. Oke, kali ini saya mau ngelanjutin postingan saya 3 tiga tahun yang lalu dengan judul yang hampir mirip (postingan tersebut bisa dibaca di sini).

Postingan yang awalnya cuman iseng-iseng itu ternyata sekarang udah lumayan terkenal.. walaupun dikit. Bukti konkritnya bisa dilihat sendiri dengan menuju website search engine yang umum seperti google (yang lain belum dites) dan ketik keyword “lagu jatuh cinta”. Gimana? Udah? Yaa nyombong dikit boleh lah ya. Dan alasan lain adalah karena 98% pengunjung blog saya ya.. dari postingan itu. Ah, berkah orang jatuh cinta. Padahal cewek yang saya taksir pada saat menulis postingan itu udah lupa kali saya yang mana. Yabegitudeh.

Baiklah. Yuk lah dimulai ga pake lama.

Disclaimer: Kesepuluh lagu yang saya masukin di list ini murni subyektif, jadi kalo nggak seneng ya nggak usah protes. Oke? Sip? Sip.

In no particular order.

10. Kodaline – Brand New Day (In A Perfect World – 2013)

Tau band keren ini tahun lalu (the first draft of this post was written in 2014 so..) , karena lagi rame diomongin di timeline waktu itu. Lagu ini bercerita tentang cowok yang selalu nyemangatin kekasihnya untuk menatap hari esok dengan semangat (kayaknya sih gitu). Menurut saya, lagu ini pas banget didengerin waktu roadtrip. Oh iya, kalo kamu suka Coldplay, kemungkinan besar kamu juga bakalan suka sama band asal Dublin ini.

Lirik bisa dilihat di sini. Video-nya:

 

9. Smallpools – Dreaming (Self-titled – 2013)

Lagu keren ini terkenal gara-gara ada di salah satu dari sekian banyak lagu-lagu keren lain yang jadi OST di FIFA 14 (atau emang karena beneran enak). Ceritanya sih tentang cowok yang sadar kalo dia pengen lebih dari sekedar temen dan berusaha untuk keluar dari friend-zone. Mungkin kalo dari deskripsi dari kalimat barusan emang beda kali ya sama jatuh-jatuh cinta lain yang bayangannya selalu berbunga-bunga dan penuh canda, but, it’s falling in love nonetheless.

Lirik bisa dilihat di sini. Video-nya:

 

8. Carly Rae Jepsen – Run Away With Me (Emotion – 2015)

Damn it I just really love this song so much. Single kedua dari album kedua Carly Rae Jepsen ini jauh jauuuh lebih bagus dari I Really 6x (yes i did count it) Like You. Video klipnya yang mirip-mirip konsep hashtag #FollowMeTo di Instagram juga sangat-sangat gemesin.

Lirik bisa dilihat di sini. Video-nya:

 

7. George Ezra – Listen to the Man (Wanted on Voyage – 2014)

Suaranya George Ezra ini berat-berat lembut (did i just used berat berat lembut as a way to desribe someone’s voice? hell yeah i did) layaknya Tuhan kita semua Morgan Freeman. Oke, kembali ke lagu ini. Listen to the Man ini semacam lagu dari George Ezra buat SO (sighificant other)-nya. Singkatnya sih: “tuenang ae nduk, aku selalu onok nang sampingmu.” Bonus Sir Ian McKellen di video klipnya juga amat menghibur.

Lirik bisa dilihat di sini. Video-nya:

 

6. Taylor Berrett – Hypnotize Me (Great Falls – 2015)

Nemu ini dari salah satu playlist di Spotify. Dulu sih nemunya waktu play-nya masih ribuan (sok edgy), tapi karena emang lagunya enak sekarang play-nya udah sejutaan lebih (di Spotify). Lagunya sendiri sih mengenai seorang cowok yang seneng sendiri daripada commit in a relationship. Tapi…… semenjak ia mengenal dan menemukan cinta ia pun rela dihipnotis menjadi budak cinta. (Dangdut banget ya).

Liriknya belum ada ternyata. Video-nya sih udah:

 

5. Zak Waters – Sleeping in My T-Shirt (Lip Service – 2013)

Kira-kira begini lah makna di balik lirik lagu ini jika harus dirangkum dalam satu foto:

siapa yang nggak nasir kalo begini

Lirik bisa dilihat di sini. Video-nya:

 

4. Bleachers – Rollercoaster (Strange Desire – 2015)

This song, Bleachers and Strange Desire are honestly the best things that I’ve found this year. Bleachers ini band sampingannya Jack Antonoff (guitarist-nya fun.) Jack Antonoff juga lumayan jago nulis lirik (dia nulis beberapa lagu di 1989-nya Taylor Swift) dan suaranya pun nggak kalah oke dibandingin sama Nate Ruess. Rollercoaster sendiri sih yaa.. tentang cowok yang jatuh cinta pada pandangan pertama (ini pun nggak kalah dangdut). Awas ketagihan.

Liriknya bisa dilihat di sini. Video-nya:

 

3. Hozier – Cherry Wine (Take Me To Church – 2013)

Nangis pertama kali denger lagu ini karena, 1) suaranya Hozier enak banget, 2) karena liriknya yang.. apa ya.. miris. Masih tentang jatuh cinta tentunya, tapi kali ini Hozier ngambil point-of-view dari korban kekerasan yang pelakunya pacar/istri sendiri yang meski dipukulin tetep aja bilang, “And it’s worth it, it’s divine.” So so good.

Liriknya yang beautiful yet tragic itu bisa dilihat di sini. Video-nya:

 

2. Jessie Ware – You & I (Forever) (Tough Love – 2014)

Selain suaranya Jessie Ware yang amatlah dreamy, lagu ini pun juga diimbangi dengan video klip yang heartwarming nan manis.

duh :’)

Lirik bisa dilihat di sini. Video-nya:

 

1. Oliver Nelson – Found Your Love (Found Your Love – 2015)

Terkenal dengan lagu-lagu remix yang yahud, Oliver Nelson akhirnya punya single sendiri and it doesn’t dissapoint. Found Your Love ini sangatlah catchy dan up-beat sekali sehingga cocok untuk menggambarkan bagaimana perasaan orang-orang pada umumnya waktu jatuh cinta.

Lirik bisa dilihat di sini. Video klip-nya:

 

Selesai sudah 10 Lagu Yang Harus Didengerin Saat Jatuh Cinta (Bag. 2). Mohon maaf apabila saya mengucapkan kalimat, “jatuh cinta” terlalu sering. Risih ya? Sama saya pun gitu sebetulnya.

Boleh lho komentar dan cerita which one is your favorite dan lagu-lagu yang menurutmu harus ada di bag. 3 (serakah).

Makasih udah baca sampai habis ya. It really means a lot.

 

Love,

Admin.

Maybe She Was Made to Break Your Heart

Richard Ayoade's Submarine
Richard Ayoade’s Submarine

“Kita udahan aja ya,” ucapnya dengan raut wajah yang datar. Malam ini tampak baik-baik saja sebelum empat kata tersebut terucap dari mulutnya. Sabtu, 27 Mei 2008. McDonalds Mayjend Sungkono. Kami hanya melakukan hal yang pasangan-pasangan lain lakukan di malam minggu. Makan malam di restoran cepat saji. Dan kemudian, setelah aku membicarakan buku The Perks of Being a Wallflower yang baru kuselesaikan minggu lalu, ia meletakkan segelas soft drink berukuran besar yang tidak ia sentuh sejak kita datang 1 jam yang lalu. Ia hanya memainkan sedotan hingga ujung benda plastik putih tersebut menjadi tidak berbentuk. Ketika kamu menjalin suatu hubungan, hal ini bukanlah sesuatu yang diharapkan. We’re not prepared for shit like this to happen. There’s no guidebook and clue. You just hope everything’s going well and when it really is happen to you.. You just have to deal with it and act like a gentleman. “Udahan makannya maksud kamu?”

Surabaya. 27 Januari 2015.

Bandung Trip!

Bulan lalu, tepatnya tanggal 25, sekolah saya ngadain rekreasi gituu deh. Cuman bentar sih, 4 hari tp  2 harinya terbuang di perjalanan. Huft banget ya. Tau kemana destinasinya? Bandung! Iya Bandung! Kangen sih sama kota ini, maklum aja terakhir kali kesini waktu kelas 9 SMP. Yaaa waktu masih jomblo gitudeh, eh kayaknya sekarang juga masih jomb… *jari mendadak keram* Yea, it’s been a while. Oh iya, saya juga bawa handycam selama 4 hari itu.. Buat seru-seruan aja.. Sekalian hunting, kali di jalan ada yg cakep.

Day 1

Disuruh ngumpul di sekolah sekitar jam 4 sore, abis itu langsung capcus naik bis ke Stasiun Gubeng. Ya taulah anak SMA kalo udah naik bis, rame! :)) eh ini ada foto yang (kayaknya) sih keren waktu otw ke Gubeng.

Piye cuk kabarmu?
Duh gatel, garuk ah mumpung bos gak liat

Sampe di Stasiun Gubeng, masih nungguin gitu, aukdah nungguin apaan. Nungguin jodoh keknya. Selagi nunggu, dihibur sama band ini, ya lumayanlah walaupun lagunya jadul. Tapi tetep asik! ^^

Para personilnya yg udah pada kenyang pengalaman. Yaiyalah..
Para personilnya yg udah pada kenyang pengalaman. Yaiyalah..

Ke Bandungnya naik KA Turangga yang baguuuuus! Dapet bantal + selimut, udah kek di hotel, ya minus bath tub aja.  -___-

Day 2

Nyampe di Stasiun Bandung sekitar jam 7 kalo ngga salah, AAAAAAK I’M SO EXCITED!! Jadi rencananya setelah sampe stasiun langsung ke Restoran Sunda gt buat makan sekalian bersih-bersih. Yang mau mandi besar mangga atuh.. (,–)

Kelar makan, langsung cabut ke Pasar Baru! Tapi Pasar Baru itu tujuan yang paling absurd, asli deh. Wahai panitia, buat apa kau ajak anak-anak SMA yang kebanyakan ababil ke pasar yang isinya busana muslim? EMANGNYA INI ROMBONGAN PENGAJIAN! *getok*

Setelah Pasar Baru yang super-duper absurd saatnya ke Trans Studio Bandung! This place is fucking awesomeeee! Wahananya dikit sih tapi, dan ngga seluas yang saya bayangkan. Entahlah, tapi saya sangat-sangat suka dengan tempat ini. Dunno why. Dan satu lagi.. MBAK-MBAKNYA CANTIK SEMUAAA! OMG MY EYEES! Yup, that’s the main reason why I like this place so much. Ehehe..

Bonus. Jangan jeles ya. Ehem. Cocok ya.

Ndasmu.

Jarang foto sama cewek. Sekalinya foto langsung sama yg cakep. Lucky bastard.
Jarang foto sama cewek. Sekalinya foto langsung sama yg cakep. Lucky bastard.

Di Trans Studio ini bayar apa-apanya ngga pake duit, tapi pake kartu yang isinya saldo gitu. Saya cuman beli segelas kopi overpriced di Coffee Bean. Itupun rasanya pait. Tapi untung aja mbak-mbak Trans Studio manis-manis jadi sedikit terobati deh. :3

Kelar main-main dan cuci mata Trans Studio, kita menuju Hotel Trio yang… emmm not bad. Makanannya enak, kasurnya bersih, dan air di Bandung yg selalu yahud. Malemnya saya dan beberapa temen keluar dari hotel dan pengen nyari makan di Bandung. Ngga laper sih, tapi ya kapan lagi? :))

Bonus. Awas naksir :P

F4 saat dulu masih SMA jg gini kayaknya
F4 saat dulu masih SMA jg gini kayaknya

Saya baru paham bahwasanya makanan di Jawa Timur itu murah-murah banget kalo dibandingin sama makanan di Bandung. Bayangin aja.. Satu piring nasi goreng seharga 25rb dan es jeruk 9rb. Mindblowing. Di Gresik, satu piring nasi goreng = segelas es jeruk di Bandung. Tapi gpp sih, untung aja makanannya enak. Dan es jeruk jadi terasa enak abis karna seharian minumnya air mineral. Huft.

Ohya, kami (ber4) dapet kamar paling atas, setelah sempat misuh-misuh ngga jelas karena naiknya bikin gempor tp ngga bikin kurus.. Ternyata ini semua ada hikmahnya, guys. Tinggal melangkahkan kaki beberapa langkah ada tangga menuju, roof top! YES! Jadilah foto-foto najis kek ababil.

Bandung di malam hari. Awesome. Just awesome.
Bandung di malam hari. Awesome. Just awesome.

Day 3

Udah bangun pagi. Niatnya sih pengen liat sunrise, tapi doi ngga muncul. Huft. Jadinya malah dibuat sesi foto pra-wedding sama nih bocah. Fak. -__-

Salah satu pose sesi pra-wedding yang paling absurd.
Salah satu pose sesi pra-wedding yang paling absurd.

Udah ganteng dan kenyang, setelah itu menuju ke Kawah Putih yang cantiknya bukan main. Cocok banget buat foto bareng-bareng sama temen, sama pacar juga kok. Asal jangan sama mantan aja yes.

F4 berpose lagi. Ganteng beudh.
F4 berpose lagi. Ganteng beudh.
COBOY JUNIOR AAAAAAKKK! Yg pake topi itu Iqbal ya, guys. FYI aja.
COBOY JUNIOR AAAAAAKKK! Yg pake topi itu Iqbal ya, guys. FYI aja.
High school never end!
High school never end!

Sebenernya ke Kawah Putihnya itu sendiri harus naik angkot dulu dari tempat parkiran bis. Asli, baru pertama kali naik angkot semenyenangkan itu. :)))

Di Kawah Putih cuman bentar, 1 jam sih keknya. Abis itu berangkat ke Jalan Cihampelas buat…. Belanja. -_____-

Karna males belanja baju yg kebanyakan mahal-mahal dengan model yg biasa aja, akhirnya memutuskan untuk nongkrong di Lawson! Buahahahak saking ndesonya di Jawa Timur blm ada soalnya tempat ginian. Paling banter Circle K. Huft banget.

Yah, ngga kerasa. Kelar juga jalan-jalan di Kota Kembang. Bentar banget, tapi seru sih. I’m so in love with this city. Harus balik ke sini kapan-kapan dengan durasi yg lebih lama. 2 days isn’t enough, indeed. 8D

THANK YOU, BANDUNG!

 

Enak dan Ngga Enaknya Punya Pacar

Punya pacar itu enak ngga sih?

Enaaaaaak banget

-Pacaran, 1 bulan

Ya enak banget lah

-Pacaran, 2 bulan

Enak kok hehe

-Pacaran, 3 bulan

Maaf, pacar itu apa ya? Duh.. Aku amnesia

-2 insan manusia yang kembali menjadi stranger setelah menjalani masa-masa yang katanya indah. :))

Apa sih enak nya punya pacar?

Ini adalah pikiran jomblo yang masih ragu mau pacaran apa engga, lah emang ada yang mau, Mblo? Pffft.

Ah punya pacar itu ngga ada ngga enaknya kok

Kalo ini pikiran orang-orang yang punya pacar, gitu sih biasanya..

Mari kita teliti apa enaknya punya pacar

Enaknya

1. Ada Yang Merhatiin

Emang sih diperhatiin itu enak, ada yang ngingetin makan..Walaupun Allah udah nyiptain rasa ‘lapar’ buat manusia tapi tetep aja kalo di ingetin sama pacar itu lebih gimana gitu ya. Ciyeee..

Kamu udah makan belum? Makan gih, nanti sakit lagi :)

Pertanyaan simpel, sok perhatian, sedikit alay.. Tapi tetep kalo dikirimin kata-kata gitu suka senyum-senyum sendiri. Eciyee…

2. Ngga Kesepian

Pacaran tapi tetep ngerasa kesepian? You’re in the wrong relationship! Iya sih.. SMS isinya sms doi, tab mention isinya mention doi, notif Facebook isinya tab doi, foto di dompet juga foto doi, wallpaper hp juga. Pokoknya #YNWA deh kalo punya pacar :p

3. Tambahan Motivasi

Kali-kali kamu pengen dapet motivasi secara instan, being in love is the fastest way! Gatau kenapa bawaannya kalo liat senyum doi jadi lebih bersemangat deh ngapa-ngapain. Semacam kata-kata Mario Teguh gitu ya.. Super sekali

Ngga Enaknya

1. Ada Yang Harus Di Perhatiin

Kalo mau diperhatiin, harus perhatian juga dong. Nah.. minimal kalo ngasih perhatian ke doi lewat sms dong? Nah.. otomatis pengeluaran buat duit pulsa juga nambah. Ya tergantung juga sih pacar kamu gimana, makanya cari yang ngga seberapa manja aja lah ehehe, ya tergantung kamunya sih Mblo..

2. Bisa Sakit Hati

Ini nih alasan yang paling ngga masuk akal tapi bener banget. Mau pacaran kok ngga mau sakit hati itu sama aja kayak kamu bilang mau mandi tapi ngga mau basah.. Yaudahlahyah

3. You’re Changed

Ngga semua orang gini sih sebenernya, tapi kebanyakan emang gitu! Beda banget sebelum sama sesudah punya pacar. Ya mau ngga mau sih, katanya sih doi ngga suka cewek/cowok gini lah.. gitu lah.. Yaudahlahya, namanya juga lagi pacaran :p

4. Dosa

Pacaran itu dosa lho, guys. Fyi aja sih..

Udahan dulu deh ya, mau pacaran atau engga.. Terserah lu! :)))

10 Lagu Yang Harus Didengerin Saat Jatuh Cinta

BACA BAGIAN KE 2 DI SINI.

Berhubung saya lagi jatuh cinta seneng, saya akan ngasih tau beberapa lagu yang harus didengerin saat lagi jatuh cinta. Ya ini selera saya sendiri sih, jadi kalo ada yang ngga enak jangan protes…

Tapi banyak temen bilang saya punya selera musik yang bagus, iya gitu? Nah coba disimak ya:

10. The Friday Night Boys – Stupid Love Letter

Lagu ini bercerita tentang cowok yang lagi naksir cewek gitu, cuman dia takut buat ngungkapin. Jadinya cowoknya kepikiran gitu buat ngungkapin nya lewat surat. Hahaha, cheessy banget ya? Emang sih, tapi enak kok lagunya. Tapi sayang The Friday Night Boys ini udah bubar sekitar 2 tahun yang lalu..

Nih videonya.

9. Abdul & The Coffee Theory – Loveable

Sebenernya lagunya om Abdul dan kawan-kawan ini enak-enak semua lho, tapi tetep lagu ini sih yang juara. Apalagi buat yang cowok. Liriknya simple, tapi ngena banget. Intinya sih, “Every little thing that you do is driving me insane” keren lah pokoknya. :))

Nih videonya (maap kalo jelek, ngga nemu yang bagus) 

8. RAN – Pandangan Pertama

Ah, lagu ini enak banget sih. Menggambarkan tentang cinta pada pandangan pertama gitu sih nih lagu. Dan kalo ngga salah, ini lagu debutan RAN waktu pertama kali muncul di tv lho.. pas masih pada culun, dan pas Pevita Pearce masih belum jadi mantannya Nino.. *mendadak inget mantan* :|

Nih videonya. 

7. Faber Drive – By Your Side

Ada yang tau band Kanada yang bernamakan Faber Drive? Hmm, banyak yang belum tau ya. Padahal lagu mereka enak2 lho, dan this is one of my favourite! Dengerin lagu ini berasa dengerin doanya Dave Faber buat pacarnya. Cocuit! ^^

Nih videonya. (video klip lirik doang ini sih) 

6. He Is We – All About Us

Wiih, dari judulnya aja udah keliatan ya kalo lagu ini cocok banget buat yang lagi jatuh cinta. Ceilah..

He Is We ini keren banget, duo akustik yang terkenal gara-gara PureVolume ini sekarang udah punya album sendiri lho. Owl City juga ikutan nyanyi di lagu ini dan hasilnya.. Awesome, He Is We is Awesome.

Nih videonya. 

5. The Icarus Account – Favourite Girl

Nah ini nih lagu yang buat saya jatuh cinta sama duo akustik bersaudara yang terkenal gara2 nge-cover lagu Burn nya Usher. Enak banget lagunya, suara vokalisnya juga berat2 gimana gitu. Well, cowok berusara berat dan gitar? Who don’t like that? :))

Nih videonya. 

4. Chase Coy – If  The Moon Fell Down

Suka lagu ini banget pas smp, dan banyak yang belum tau juga kan siapa Chase Coy? Udah lah dengerin aja, liriknya juga okeh buat dikirim ke gebetan atau pacar ^^

Nih videonya. 

3. Foster The People – I Would Do Anything For You

Salah satu lagu favorit saya di album Torches nya FTP. Jarang-jarang sih FTP bikin lagu berlirik gini, dijamin kamu bawaannya pengen ngomong “ulala” terus setelah denger lagu ini. :p

Nih videonya.

2. Owl City – Deer In The Headlights

Single kedua di album All The Bright and Beautiful Things ini emang bagus banget lagunya. Yaa semacam cinta pada pandangan pertama gitu deh, tapi di gambarkan cewek yang lagi Adam taksir ini sebagai rusa. Lucu ya hahaha!

Nih videonya. 

1. We The Kings – Check Yes Juliet

Nah ini dia juaranya! Lagu favorit juga sih pas smp, setiap ada yang minta rekomendasi lagu enak ke saya.. Pertama ya dikasih lagu ini. Hasilnya? You guess it! :))

Nih videonya. 

Fyuh.. selesai sudah. Masih banyak sih sebenernya, entar deh dilanjutin part 2 huahaha. Makasih udah nyimak! ^^